8 Hal Penting dalam Pembuatan Balancing Tank Kolam Renang

- Monday, January 21, 2019
advertise here
Balancing tank kolam renang adalah bak penampungan dari limpahan / luapan air kolam renang sebelum air masuk ke filter untuk di sirkulasikan kembali ke dalam kolam renang. Dalam pembuatan balancing tank kolam renang umumnya memiliki dimensi yang lebih kecil dari dimensi kolam renang itu sendiri.

Kebutuhan pembuatan balancing tank kolam renang sifatnya sangat wajib untuk semua kategori kolam renang yang memiliki system sirkulasi overflow. Baik itu kolam renang yang hanya memiliki model semi overflow maupun kolam renang berjenis full overflow.

Tanpa adanya ruang balancing tank, maka system sirkulasi kolam renang overlow tersebut tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Membuat ruang balancing tank juga tidak direkomendasikan hanya terbuat saja, dalam pembuatannya harus mempertimbangkan peran dan funsi bak kontrol ini.

Jika dalam proses pembuatanan kolam renang tidak memperhatikan detail tentang kaidah-kaidah fungsi balancing tank maka ada potensi sistem sirkulasi air kolam renang tersebut bermasalah. Tidak sedikit ditemui oleh tim buatkolam, air yang berada dalam kolam renang menyusut dratis masuk kedalam ruang balancing tank. Hal ini sangat mungkin terjadi jika karena memang dalam proses pembuatan bak kontrol ini memerlukan perhitungan pemipaan, check valve yang teliti.

pembuatan balancing tank kolam renang
Tidak ada ukuran yang baku dalam pembuatan balancing tank kolam renang, akan tetapi idealnya balancing tank harus dibangun menggunakan beton sebagai bagian dari konstruksi kolam renang. Bak kontraol ini setidaknya memiliki jarak ketingginan (clearance internal hight) sekitar 2m dan harus tidak kurang dari 1,5m sebagai kebutuhan akses dari area sekeliling kolam.

Dengan begitu petugas perawatan kolam renang juga tidak akan kesulitan akses jika ada kebutuhan untuk masuk ke dalam ruang bak kontrol ini.   

Berdasarkan pool water treatment advisory group bahwa kriteria desain ruang bak kontrol yang baik setidaknya, jika kolam renang beroperasi normal (dalam hal ini tidak ada orang yang sedang berenang) di kolam renang dan system sirkulasi bekerja pada kondisi maximum maka dia akan memapu menampung 50-80% dari system sirkulasi.

Berdasarkan pengalaman, bahwa besar atau kecil ukuran dalam pembuatan balancing tank akan dipengaruhi lebar dan luas kolam kolam renang. Karena jika kolam renang yang besar tidak mungkin juga membuat ukuran bak kontrol kecil. Jika ukuran ruang balancing tank tidak menyesuaikan, maka balancing tank tersebut tidak akan mampu menampung limpahan air dari kolam renang.

Jadi limpahan / luberan air kolam renang pada saat "tidak ada" yang berenang dan pada saat "ada yang" berenang menjadi bahan perhitungan dalam pembuatan bak kontrol.

Kemudian pemipaan balancing tank, pemasangan check valve dan sparing pipa yang menyambungkan dari gutter ke balancing juga perlu disesuaikan. Hal ini sangat perlu untuk mnghindari terjadi penumpukan sampah dan menyebabkan mampetnya saluran gutter.

Untuk memperjelas gambaran Anda, berikut hal-hal penting yang perlu Anda perhatikan sebelum membuat balancing tank.

8 hal penting dalam pembuatan banlancing tank kolam renang



1. Kedalaman balancing tank harus selevel dengan permukaan kedalaman kolam renang. 

Balancing tank tidak disarankan untuk diletakkan di atas permukaan kolam renang. Jika balancing tank berada pada permukaan kolam renang, ini akan membuat Beban kerja mesin pompa kolam renang menjadi lebih berat.

Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, hal ini berdampak pada mesin kolam renang tersebut. Terutama seal impeller akan cepat rusak karena dampak beban tekanan air yg berat. Oleh sebab itu, posisi balancing tank akan lebih baik tertanam selevel dengan tinggi beton kontruksi kolam renang.

2. Sparing yang menghubungkan antara gutter dan balancing tank harus menggunakan pipa 3 inci untuk kolam renang standar / rumahan . 

Bisa menggunakan ukuran yang lebih besar jika diaplikasikan pada kolam renang jenis Olympic. Hal ini untuk mencegah tersumbatnya aliran ke balancing. Terlebih jika di sekeliling kolam renang ada banyak tanaman.

3. Jarak pembuatan balancing tank tidak boleh terlalu jauh dari kolam renang. 

Jarak akan mempengaruhi daya hisap mesin pompa dan juga mempengaruhi kecepatan over flow air menjadi berkurang. Bedasarkan pengalaman, jarak balancing tank maksimal 2 meter dari kolam renang.

4. Lebar bak kontrol / balancing  tank harus sesuai dengan volume air kolam renang. 

Hal ini untuk mencegah kekurangan air saat over flow mulai dijalankan. Volume air yang berada di ruang balancing harus mampu meluberkan overflow. Kemudian pada aliran balik (melalui gutter) dari luberan overflow tersebut, supply air yang menuju ruang balancing harus memenuhi kapasitas hisap mesin kolam renang.

Kalau hal ideal tersebut tidak tercapai, maka yang terjadi yaitu pengemposan mesin. Artinya suplai air luberan yang dialirkan melalui gutter menuju balancing tank, kurang mecukupi untuk memutarkan air masuk kembali ke dalam kolam renang.

Inilah alasan mengapa sparing pemipaan harus menggunakan 3" seperti pada penjelasan di poin 2. Ini menyangkut masalah kelancaran arus air yang masuk ke raung balancing tank.

"Anda bisa bayangkan bila sparing balancing hanya menggunakan pipa 1,5”. Supply air yang menuju ke ruang balancing tank berpotensi tekor (terhambat).

5.Pemasangan chek valve balancing tank. 

Chek valve balancing tank sangat penting ketika mesin berhenti beroprasi. Oleh karena itu pemasangan chek valve harus diutamakan. Begitu juga perawatan chek valve. Saat pengurasan balancing tank, cek bagian pegas pastikan masih bisa berfungsi dengan baik. Bagian seal juga pastikan tidak ada kebocoran.

Kebocoran chek valve saat mesin berhenti beroprasi akan mengakibatkan air kolam renang masuk kedalam balancing tank karena tekanan gravitasi.

Pada ruang balancing terdapat satu saluran pembuangan otomatis bila balancing penuh maka air lebihan tersebut akan terbuang ke luar (saluran got). Air kolam renang akan terus menurun sampai titik ketinggian sejajar dengan level balancing. Akibatnya air akan berkurang secara drastis. 
Itulah kenapa kemudian kita harus memastikan fungsi chek valve benar-benar sudah dalam kondisi okay.

Menutu saya, akan lebih maksimal pengamananya, apabila ditambahkan chek valve jenis swing ditengah instalasi sebelum terpasang chek valve jenis pegas ini. Atau pada out mesin kolam renang.
Chek valve jenis swing ini otomtis mencegah arus backflow, Walaupun kerapatannya check valve jenis swing ini kurang maksimal, akan tetapi sangat membantu untuk menahan tekanan air sehingga seal tidak mudah aus (rusak).

Sebagai tambahan informasi bahwa Chek valve model Pegas kerapatanya sangat baik namun kekuatanya kurang.

6. Sesuaikan ukuran balancing tank. 

Syarat pembuatan balancing tank selain mampu meluberkan air kolam renang, balancing juga harus mampu untuk menampung luberan air pada waktu mesin keadaan tidak beroprasi.Bagi perawat kolam renang, balancing tank bisa menjadi indikator bila chek valve rusak maupun bila terdapat kebocoran.

Bisa dikatakan indikator, karena pada saat mesin off, normalnya air kolam renang tidak akan turun dan level air balancing tetap jumlah dan level airnya. Apabila air balancing penuh dan air kolam menyusut, maka kemungkinan terjadi masalah pada seal chek valve atu bisa juga karena nutting plasa sudah rapuh.

7. Pasangkan kramik. 

Tidak hanya kolam renang, balancing tank juga perlu dipasang keramik. Pemasangan keramik bertujuan untuk mengurangi resiko kebocoran. Mengingat balancing tank juga merupakan satu kesatuan system sirkulasi air kolam renang yang sama penting.

Ada beberapa pengalaman saya, bahwa ada yang berpendapat bvahwa ruang balancing tank tidak perlu dipasang keramik alasannya karena sudah menggunakan acian dan campuran perekat.

Benar, tetapi kurang tepat pendapat tersebut menurut saya, karena lambat laun air akan tetap meresap. Disini saya tetap menyarankan agar ruang balancing tank dipasang keramik agar ketahanan kedap air lebih baik. "Jika ada yang lebih baik tidak ada salahnya saya memberi masukkan."

8. Perawatan balancing tank. 

Yang terakhir, yaitu pembersihan balancing tank secara berkala. Acap kali hal ini disepelekan. Seolah-olah tidak perlu dilakukan. Namun kebersihan ruang balancing tank harus dilakukan agar kebersihan air over flow terjaga.

Sungguh kejadian yang tidak menyenangkan, apabila ruang balancing tank sudah dalam kondisi bersih, namun setelah diover flow kotoran pada gutter masuk kembali ke bak penampungan.

Untuk itu, jangan lupa semprot gutter terlebih dahulu agar kotoran turun ke balancing. Kemudian baru membersihkan ruang balancing tank nya.

Itulah beberapa saran dan syarat pembuatan balancing tank. Melihat dari segi fungsinya, memang pembuatan balancing harus dan penting untuk diperhatikan. Kebersihan juga harus dijaga. Tutup balancing tank saya sarankan menggunakan tutup yang berbahan steanlis steal atau fiber.

Penggunaan tutup balancing maupun tutup ruang mesin yang menggunakan material berbahan besi, cepat atau lambat akan terkikis dan berkarat, efek dari sifat clorin yang korosif.

Perbandingan yang sederhana, bila memakai tutup ruang mesin berbahan steanlis steel mampu bertahan hingga puluhan tahun. Kenapa harus memakai yang hanya mampu bertahan beberapa tahun saja. Dan ahirnya membeli lagi.

Demikian artikel dari saya, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan. Bilamana ada tutur kata dan bahasa yang kurang berkenan. Saya ucapkan mohon maaf. 

Artikel ini dikirim oleh Pak pipin dan di edit oleh admin untuk buatkolam.com. Anda bisa bisa berinteraksi langsung dengan Pak pipin dengan meninggalkan komentar

Add your message to every single people do comment here !

 

Start typing and press Enter to search