6 Kiat Agar Hemat dalam Membangun Kolam Renang

- Tuesday, January 07, 2020
Membangun kolam renang butuh perencanaan yang matang, agar fungsi kolam renang bisa selalu maksimal dan tidak merepotkan di masa mendatang - buatkolam.com

Berenang menjadi salah satu olahraga yang digemari oleh banyak orang yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari bayi, anak-anak, remaja, bahkan hingga orang dewasa pun banyak yang menggemari olahraga ini.

Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang terkadang membuat kebanyakan orang malas untuk melakukan olahraga yang memiliki segudang manfaat ini. Di antaranya adalah keharusan mereka harus mengunjungi kolam renang karena keterbatasan tidak memiliki kolam renang pribadi.

Dengan demikian, memiliki kolam renang pribadi menjadi salah satu keinginan yang dimiliki oleh kebanyakan orang yang hobi berenang maupun yang memiliki kebutuhan dengan olahraga renang.

Namun, anggapan banyaknya biaya yang nantinya dikeluarkan jika hendak membangun kolam renang pribadi membuat banyak orang lebih memilih untuk mengurungkan niatnya dalam membuat kolam renang pribadi.

Padahal, terdapat beberapa kiat agar hemat dalam membangun kolam renang pribadi. Apa saja kiat-kiat tersebut? Perhatikan ulasan berikut.

7 Tips / Kiat Agar Hemat dalam Membangun Kolam Renang?


1. Menentukan Terlebih Dahulu Ukuran Kolam Renang Pribadi yang Hendak Anda Bangun


Langkah pertama dan yang paling utama yang harus Anda lakukan adalah menentukan terlebih dahulu ukuran kolam renang yang hendak Anda buat. Pasalnya, lebar kecilnya ukuran kolam renang nanti akan mempengaruhi biaya yang akan Anda keluarkan.

Silahkan baca estimasi biaya pembuatan kolam renang.

Jika Anda hendak mempertimbangkannya dengan jumlah pengguna, maka disarankan untuk menggunakan ukuran standar yakni 5 meter persegi untuk 4 orang pengguna.

Akan tetapi, Anda juga dapat mempertimbangkannya dengan dibandingkan lahan tanah yang Anda miliki. Sebagai contohnya, Anda dapat mengambil keputusan untuk membangun kolam renang dengan ukuran 3 x 7 meter untuk lahan seluas 4 x 8 meter.

Dengan demikian, Anda masih memiliki sisa 1 meter pada setiap tepi yang dapat Anda manfaatkan sebagai pijakan. Namun, jika dana serta lahan yang Anda miliki memungkinkan, maka Anda dapat menggunakan rasio 2:1 untuk menentukan ukuran kolam yang nantinya Anda bangun.

2. Menentukan Kedalaman Kolam Renang Pribadi Anda


Sedangkan untuk langkah selanjutnya yang harus Anda pertimbangkan dalam membangun kolam renang pribadi supaya hemat adalah mempertimbangkan kedalaman dari kolam renang itu sendiri. Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan siapa-siapa saja yang hendak masuk ke dalam kolam renang tersebut.

Jika nantinya terdapat anak-anak yang terlibat untuk menggunakan kolam renang tersebut, maka standar kedalaman yang harus dibangun untuk kolam renang pribadi Anda adalah 0,5 sampai 1 meter saja. Sedangkan jika benar-benar khusus untuk orang dewasa, maka Anda dapat membangunnya dengan kedalaman 1,4 sampai 2 meter.

Nah, jika Anda hendak menginisiatifkan untuk menggabungkan kedua kedalaman itu supaya lebih praktis dan hemat, maka Anda dapat menggabungkan kedua ukuran dan memisahkannya dengan tanjakan atau kemiringan yang perlahan namun bertanda.

3. Menentukan Sistem Sirkulasi Air Kolam Renang Pribadi Anda


Perlu Anda perhatikan bahwa ketika Anda menceburkan diri ke dalam kolam renang, maka jumlah air akan berkurang karena tumpah keluar. Lebih-lebih jika Anda menggunakan gaya yang cukup keras untuk masuk ke dalam kolam renang. Maka jumlah air yang keluar juga tentunya semakin banyak pula.

Tidak mungkin juga jika Anda menghabiskan tenaga untuk mengisi air di kolam renang itu. Anda dapat mengatasinya dengan memasang sistem sirkulasi air kolam renang rumah. Sehingga lebih hemat air dibandingkan menggantinya secara terus menerus ketika air berkurang.

Dan untuk kebersihannya sendiri tidak perlu dikhawatirkan. Karena, dengan menggunakan sistem sirkulasi air, maka air yang keluar dari kolam dapat disalurkan kembali ke dalam kolam yang disertai filtrasi untuk tetap menjaga kebersihan air.

Untuk jenisnya sendiri terdapat dua sistem sirkulasi kolam yaitu:

  • Sistem Sirkulasi Air Skimmer


Sistem sirkulasi skimmer sangat cocok untuk diterapkan pada kolam renang indoor atau kolam renang yang memiliki ukuran minimalis (kecil). Pada pemasangan sistem sirkulasi skimmer, biasanya berada pada kolam renang yang memiliki dinding kolam renang tinggi dari ermukaan air sehingga jumlah air tidak berkurang banyak.

Dengan demikian, Anda tidak perlu menyiapkan bak penampung air karena cukup dengan menggunakan sistem sirkulasi skimmer box yang ditempatkan pada dinding kolam renang. Hal ini bertujuan untuk menyerap kotoran yang turut hanyut di dalam air.

  • Sistem Sirkulasi Air Overflow


Selanjutnya terdapat jenis sistem sirkulasi air kolam renang lain bernama overflow. Berbeda dengan skimmer yang dipasang pada dinding kolam yang cukup tinggi. Overflow dipasang untuk bekerja dalam menampung air yang tumpah pada gutter, yakni saluran air yang berada di sekeliling kolam renang pribadi Anda.

Proses yang bekerja pada sirkulasi jenis ini dengan menyaring air yang berada di dalam bak penampung air, kemudian dilanjutkan dengan melepaskannya kembali ke dalam kolam renang.
Jika Anda hendak membandingkan tingkat kebersihan yang dihasilkan dari overflow dengan skimmer, maka tentunya sistem overflow lebih unggul.

Akan tetapi, jika yang dijadikan pertimbangan adalah dari segi biaya dan harga, maka lebih hemat biaya sistem skimmer karena sistem skimmer tidak membutuhkan banyak peralatan untuk menunjangnya.

4. Pertimbangkan dalam Pemilihan Pelapis Internal Kolam Renang Rumah


Dalam pemilihan pelapis internal kolam renang pribadi atau rumahan tentunya lebih mempertimbangkan pelapis yang mendukung harga, biaya pemasangan, serta perawatan yang cukup murah bukan?

Jika iya, maka akan lebih tepat jika Anda memilih keramik sebagai pelapis internalnya. Pasalnya, keramik merupakan bahan yang paling efisien namun Anda juga perlu berhati-hati jika nantinya ada nat yang rusak karena dapat membahayakan siapapun yang masuk dalam kolam itu.

Membangun Kolam Renang
Contoh gambar pembuatan kolam renang customer, di Jakarta selatan

5. Memperhatikan dan Mempertimbangkan Tinggi Dinding Kolam dengan Permukaan Lantai


Bedakan antara kolam renang umum dengan kolam renang rumahan. Jika pada umumnya kita menyaksikan infinity pool atau kolam renang yang terlihat tanpa batas, maka pada kolam renang rumah sebaiknya dinding kolam renang tersebut sebaiknya dibangun atau dibentuk lebih rendah dari permukaan lantai atau tanah yang berada di sekitarnya.

Selanjutnya, Anda juga perlu memperhatikan pula tingkat kelicinan yang berada di sekitar kolam. Jika Anda menginginkan pengurangan risiko tergelincir saat hendak keluar dari kolam renang, maka pastikan terdapat tangga dengan ukuran kecil saja yang penting dapat digunakan untuk memanjat keluar dari kolam renang rumahan tersebut.

Dengan demikian, kolam renang pribadi atau rumahan Anda memiliki dinding kolam yang disesuaikan dengan permukaan lantai namun tetap efisien dan aman jika hendak digunakan oleh siapa pun.

6. Pertimbangkan Desain Kolam Renang


Pastikan desain kolam renang rumahan yang Anda bangun tidak memerlukan modifikasi atau perbaikan lagi. Maka desain kolam renang Anda sebaik mungkin supaya nantinya tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk renovasi kolam renang rumahan yang Anda miliki.

Setelah mengetahui beberapa kiat hemat dalam membangun kolam renang pribadi atau rumahan, maka lanjutkan dengan tindakan nyata membangun kolam renang impian Anda sesuai budget sehingga Anda dapat menuangkan hobi berenang Anda tanpa berkunjung ke kolam renang umum.

Sialahkan menghubungi tim buatkolam.com jika memerlukan perencanaan pembangunan yang profesional.

Semoga bermanfaat…
This Newest Prev Post
 

Start typing and press Enter to search